Online cash casino_Indonesian gambling is legal_Best online casino in Indonesia

  • 时间:
  • 浏览:0

Sepertinybet365 mobile versiona rencana pemerintah untuk meminbet365 mobile versiondahkan Ibukota ke Pabet365 mobile versionlangkaraya semakin bulat. Apalagi menurut perkembangan terbaru, lebih dari 15 bet365 mobile versionjuta pendatang baru tiba di Jakarta setelah lebaran 2017 ini. Bagaimanapun juga, ibukota negara pasti punya daya tarik sendiri bagi para pengejar mimpi. Jakarta yang sudah tua dan tak mampu lagi menampung penghuni harus segera dibuatkan rencana penyelamatan diri. Memindahkan pusat negara ke Kalimantan adalah salah satu solusi.

Sebagai pusat pemerintahan suatu negara, aman dari bencana tentu menjadi nilai plus. Palangkaraya yang berada di luar ring of fire, atau daerah rawan bencana gunung berapi ataupun gempa bumi. Secara geografis, Palangkaraya terdiri dari dataran yang datar minim gunung api. Posisinya juga tidak dekat dengan daerah pertemuan dua lempeng tektonik. Tak seperti Jakarta yang rawan banjir, Palangkaraya yang dekat dengan Khatulistiwa juga punya cuaca yang “aman-aman” saja.

Sejak isu pemindahan ibukota ini muncul, Palangkaraya yang terletak di Kalimatan Tengah selalu menjadi pilihan pertama. Padahal kota-kota lain seperti Palembang, Jayapura, atau Makassar juga tidak kalah kerennya. Namun pastinya ada alasan kenapa Palangkaraya selalu menjadi primadona. Inilah beberapa alasan yang sudah Hipwee News & Feature rangkum untuk kamu. Yuk Scroll ke bawah!

Palangkaraya memiliki sisi historis yang sangat kental. Sejak awal Indonesia berdiri, Palangkaraya sudah menjadi opsi pertama dalam rancangan Presiden Soekarno. Pada waktu itu Presiden Soekarno juga mempertimbangkan Sulawesi, tapi pada akhirnya tetap memilih Palangkaraya. Sebagai negara yang baru saja memerdekakan diri dari penjajahan, Indonesia perlu membuat satu simbol kebebasan. Salah satunya adalah memiliki ibukota baru yang dibangun oleh anak negeri karena Jakarta adalah pusat negara yang dibangun oleh Belanda.

Selain itu, daratannya yang luas juga sangat menguntungkan untuk sisi pertahanan. Di Kalimantan yang juga dekat dengan perbatasan, mungkin pemerintah bisa membantun benteng pertanahan. Sesuatu yang mustahil dibangun di Jakarta yang nyaris seluruh lahannya sudah terisi semua.

Saat ini Palangkaraya adalah ibukota privinsi Kalimantan Tengah. Posisinya berada tepat di tengah Indonesia, tidak jauh dari Jakarta dan tidak jauh pula dari Jayapura. Posisi yang strategis ini pastinya membuat perhatian pemerintah pusat menjadi lebih adil dan tidak berat sebelah. Bila rencana ini benar-benar berjalan, semoga kelak daerah-daerah yang terabaikan karena terlalu jauh dari pusat pemerintahan bisa segera mengejar ketertinggalannya.

Rencana pemindahan ini gagal karena berbagai hal, seperti masih sangat minimnya fasilitas di Palangkaraya dan banyaknya aktivitas internasional yang harus dilakukan Bung Karno di ibukota negara.

Seperti yang kita tahu, Kalimantan adalah pulau terbesar di Indonesia setelah Papua. Tapi penduduknya masih sangat jarang dibandingkan dengan Pulau yang lain, terutama Jawa dan Bali. Dilansir dari BBC, Palangkaraya luasnya 2400 km persegi sementara daerah yang tuntas dibangun baru sekitar 50 km persegi. Karena itu, pastinya sayang kalau pulau yang luas dan subur ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Selain itu Kalimantan memiliki banyak wilayah yang menjadi milik negara. Dengan begitu, pemindahan ibukota ini tidak perlu mengambil alih tanah warga.

Mungkin muncul pertanyaan kenapa ibukota tidak dipindahkan ke Jogja saja, seperti yang pernah terjadi di masa peperangan melawan Belanda. Namun Pulau Jawa saat ini sudah terlalu padat penduduknya. Kota-kota besar seperti Surabaya, Jogja, Semarang, atau Bandung sudah sama macetnya dengan Jakarta. Jadi pastinya percuma kalau ibukota dipindahkan ke salah satu kota di Pulau Jawa. Sementara Indonesia punya banyak wilayah lain di luar Pulau Jawa yang memenuhi kriteria.

Pindah ibukota negara bukanlah hal yang baru. Negara seperti Amerika Serikat, Brazil, Jepang, dan Myanmar juga pernah melakukan hal yang sama. Meskipun begitu, rencana pemindahan ibukota negara tentu perlu dipikirkan dan digodog masak-masak. Rencananya, bila ibukota jadi pindahan, Jakarta akan tetap jadi pusat bisnis jasa dan perdagangan. Akankah kelak jutaan pendatang masih akan datang atau berpindah haluan ke Kalimantan, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.