Blackjack calculator_Betting website platform_Bookmaker Collection_Baccarat Strategy Forum

  • 时间:
  • 浏览:0

MuBet365 EntertainmentngBet365 EntertBet365 Entertainmentainmentkin Empal Gentong ini sekilas mirip soto, tapi kamu perlu datang langsung ke Cirebon untuk memastikannya. Justru, makanan ini lebih mirip dengan gulai. Berisikan empal yang terdiri dari potongan daging dan jeroan sapi, seperti usus, babat, paru, dan bahkan limpa, yang dihujani kuah kental dari santan kelapa.

Nasi khas Kota Udang ini sebenarnya hanya secentong nasi dengan lauk yang bervariatif, mulai dari telur dadar, telur bulat pedas, tempe dan tahu bacem, daging sapi, ayam, udang goreng, perkedel, rendang, dan masih banyak lagi. Cobalah santap ketika sudah dingin, karena aroma dan nuansa nasi berbungkus daun jati adalah ciri khas yang nggak dipunya nasi manapun!

Menurut runtut sejarahnya, Nasi Jamblang ini merupakan nasi yang dijual pada zaman kolonial Belanda. Tepatnya ketika pembangunan jalan raya dari Anyer ke Panarukan oleh Daendels. Para pekerja hanya bisa makan nasi berbungkus daun jati ini, karena memiliki daya simpan yang cukup lama. Nah, baru ketika sudah dingin, para pekerja mulai menyantapnya. Maka itulah, nasi ini jarang dijual ketika masih panas atau hangat.

Mungkin orang-orang lebih familiar dengan makanan Empal Gentong di Cirebon. Tapi perlu kamu tahu, bukan hanya Empal Gentong yang mewarnai kuliner kota Cirebon. Ada juga Empal Asem yang nggak kalah nikmat buat kamu santap di kesempatanmu mengunjungi Kota Udang ini.

Ada yang unik dari cara pedagang Sate Kalong ini berjualan. Selayaknya kerbau, mereka berkeliling membawa gerobaknya dengan diiringi suara genta yang ‘berkeloneng’, dan menjajakan dagangannya mulai dari sore hingga tengah malam! Ya, persiapan buat begadang juga bisa sih ini. Hehe.

Tahu Gejrot ini hanyalah tahu dengan rasa tawar yang diguyuri dengan air yang sudah diolah sebelumnya. Air itu terbuat dari sedikit kecap dengan gula aren yang sudah direbus dan dicampur dengan ulekan bawang putih, bawang merah, dan cabai. Kenapa namanya ‘gejrot’? Karena setiap gigit tahu yang masuk dalam mulutmu akan memberikan sensasi seribu rasa yang unik. Cobalah Tahu Gejrot yang asli dari Cirebon!

Secara historis, makanan ini memang pernah menjadi santapan favorit para Wali ketika menyebarkan agama di wilayah Cirebon. Berawal dari Pangeran Rengganis yang berniat meracuni para Wali dengan mencampur makanan-makanan para Sultan, dan menyuguhkannya pada para Wali di Masjid Sang Cipta Rasa, Keraton Kasepuhan Cirebon. Nah, justru malah para Wali itu suka dan minta nambah. Sejak saat itulah, setiap perayaan Maulid Nabi, Docang ini menjadi makanan tradisi yang ada di masyarakat Cirebon.

Makanan yang berbahan lontong dengan campuran daun singkong, tauge, tempe gembus (dage) yang dihancurkan, dan parutan kelapa muda ini cocok disantap kala pagi. Karena kandungan protein, lemak, dan karbohidrat yang proporsional untuk sarapan, akan membuat pagimu di Cirebon lebih menyehatkan. Makan ditemani kerupuk juga enak loh!

Memang, dewasa ini tahu gejrot sudah banyak beredar di kota-kota tempatmu tinggal. Apalagi di Jakarta dan Bandung. Jajanan ini bisa kamu temui di taman-taman kota, pasar, bahkan di kantin kampus. Tahu nggak sih, Tahu Gejrot ini sebenarnya berasal dari Cirebon loh. Mungkin saja masyarakat Cirebon yang membawa Tahu Gejrot ini keluar ‘rumah’.