Para「Live Casino」 Pria, Kenali Gejala Kanker Prostat dan Pencegahannya

  • 时间:
  • 浏览:0

SepertLLive Casinoive CLive Casinoasinoi kanker paru dan beberapa kanker lain yang sulit dideteksi, kanker prostat juga memiliki kemungkinan untuk tidak menimbulkan gejala di tahap awal perkembangannya.

KOMPAS.com - Kanker prostat adalah salah satu kanker yang paling banyak dialami pria. Karenanya, penting untuk mengenali gejala kanker prostat dan pencegahan yang bisa dilakukan.

"Kelenjar prostat hanya dimiliki pria, berfungsi untuk membantu proses reproduksi dan memproduksi kandungan yang dibutuhkan oleh sperma," kata dr. Rizal.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Prostate Cancer Awareness Month, dr. Agus Rizal Ardy

Hariandy Hamid, Sp. U (K) Ph.D., dalam webinar bertajuk Kenali prostatmu: pentingnya deteksi dini dan penanganan kanker prostat pada orang dewasa untuk meningkatkan usia harapan hidup, pada Senin (6/9/2021).

Namun sayangnya, gejala tersebut baru muncul ketika penderita sudah berada pada stadium lanjut.

Terdapat beberapa gejala yang bisa ditandai ketika seseorang mengidap penyakit ini, seperti kesulitan buang air kecil, kekuatan menurun dalam aliran pancaran urin, keluarnya darah pada urin dan air mani.

Tidak hanya itu, gejala kanker prostat juga bisa menimbulkan sakit tulang, penurunan berat badan tanpa sebab hingga disfungsi ereksi.

Ditambah lagi menurut data dari Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) pada tahun 2020, kanker prostat menempati urutan kelima sebagai jenis kanker yang paling banyak di derita oleh pria di Indonesia.

Kanker prostat dapat diartikan sebagai kanker yang berkembang di dalam kelenjar prostat. Letaknya berada di dalam tubuh, di bawah kandung kemih.

Pada awalnya, kanker prostat memiliki ukuran sebesar kastanya (chestnut) yang memungkinkan ukurannya akan semakin membesar seiring bertambahnya stadium.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Kanker Prostat yang Banyak Terjadi pada Pria

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Penyakit ini menjadi perhatian karena menurut World Cancer Research Fund pada tahun

2018, penyakit ini merupakan kanker kedua terbanyak yang terjadi pada pria.