Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet「Baccarat Lucky Six」 Pengintai dan Drone

  • 时间:
  • 浏览:0

BaccaBaccarat Lucky Sixrat Lucky Sixalat baru lainnya termasuk drone penerbangan tinggi WZ-7 untuk pengintaian perbatasan dan patroli maritimBaccarat Lucky Six, serta jet tempur J-16D yang dapat mengganggu peralatan elektronik musuh.

Baca juga: China Akan Pamerkan Semua Persenjataan dan Peralatan Canggih dalam Pertunjukan Udara Terbesar

Laporan intelijen AS tahun ini juga menyatakan peningkatan pengaruh China sebagai salah satu ancaman terbesar Amerika.

Pertunjukan udara yang biasanya diadakan setiap dua tahun, pada 2020 ditunda karena pandemi Covid-19, dan kini diadakan di depan audiens domestik yang sebagian besar menjalani karantina dan pembatasan perjalanan.

"Mereka akan memainkan peran utama di Selat Taiwan dan Laut China Selatan," kata komentator militer Song Zhongping kepada AFP.

Dengan lebar sayap 20,5 meter dan panjang 15,8 meter, drone CH-6 dapat membawa rudal dan dirancang untuk operasi pengawasan serta serangan, menurut agen intelijen sumber terbuka, Janes.

Baca juga: Cobalah Pahami Dulu China sebagai Negara Super Power

China masih tertinggal dari Amerika Serikat dalam hal teknologi dan investasi dalam alat perangnya, tetapi para ahli mengatakan kesenjangannya sekarang semakin sempit.

Baca juga: Terancam Gagal Bayar, AS Rupanya Utang ke China Rp 15.256 Triliun

China juga jelas memosisikan dirinya untuk menjadi pemasok alternatif drone canggih yang dapat dijangkau kalangan dekat, kata analis Janes, Kelvin Wong.

ZHUHAI, KOMPAS.com - China pada Selasa (28/9/2021) memamerkan armada militer udara barunya yang semakin canggih, termasuk drone dan jet pengintai yang mampu mengganggu peralatan elektronik musuh.

Keduanya sudah dimasukkan ke angkatan udara, media pemerintah melaporkan.

Pertunjukan udara terbesar China digelar di kota pesisir Zhuhai, jelang memenuhi tenggat waktu 2035 untuk memperkuat armada militer dalam perang modern.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Pada Selasa, purwarupa CH-6 drone pengintai baru yang mampu melakukan serangan, termasuk dalam deretan teknologi militer yang dipamerkan di Zhuhai.

Amerika Serikat dan negara-negara Eropa ragu-ragu untuk memasok peralatan semacam itu di luar kelompok mitra tertentu, tambahnya.