William Hill App_Indonesia Lottery_Football betting network_Roulette gambling

  • 时间:
  • 浏览:0

UBBaccarat Baccarat experienceexperienceaccarat experiencentungnya, ditengah banyaknya masalah dan selisih paham karena perbedaan agama, selalu ada hati mulia yang mau menjembatani semuanya. Hal itu dilakukan oleh kepala daerah yang berusaha menegakkan toleransi ditengah-tengah masyarakatnya yang berbeda-beda. Pengaruh kepala daerah memang penting buat mengerem dan mengontrol adanya perselisihan karena perbedaan. Cocok banget deh buat jadi contoh warganya. Yuk intip siapa saja mereka bersama Hipwee News & Feature~

Ridwan Kamil memprakarsai penandatanganan Nota Kesepahaman Kerukunan Umat Beragama di Bandung. via news.detik.com

Selama menjabat, beliau berhasil membuat Kota Kupang memenangkan banyak penghargaan lo. via inihari.co

Meski saat ini sudah jadi Gubernur di Jawa Barat, tapi gebrakan Pak Ridwan Kamil saat menjabat sebagai Wali Kota Bandung patut diapresiasi. Pada tahun 2016 lalu, dikutip dari Kompas, beliau mengumpulkan perwakilan enam agama, kepolisian, kejaksaan, kodim, dan juga perwakilan Kementerian Agama Bandung buat menandatangani ‘surat sakti’. Surat sakti memuat deklarasi kebebasan dalam menjalankan keyakinan agama. Katanya, kalau ibadah diganggu, bisa menunjukkan surat sakti tersebut deh~

Pak Dedi Mulyadi mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Purwakarta, Jawa Barat pada pertengahan tahun 2018 yang lalu. Selama menjabat, prestasi Pak Dedi tentang toleransi beragama mengantarnya menerima penghargaan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) lo. Menurut Kompas, beliau membuat semua sekolah di Purwakarta menyediakan tempat ibadah untuk semua agama tanpa terkecuali. Selain itu, di tahun 2015, Pak Dedi membuat surat edaran yang menyatakan kalau beribadah nggak boleh dilarang asal nggak mengganggu ketertiban umum.

Sebenarnya, nggak ada yang perlu ditakutkan dari perbedaan asalkan semuanya mau toleransi kok. Bukankah pelangi jadi indah karena warnanya berbeda-beda~

Sedih ya karena akhir-akhir ini banyak perselisihan yang diakibatkan oleh perbedaan prinsip agama. Mulai dari pelarangan pembangunan rumah ibadah, penghalangan orang yang ingin ibadah, hingga beda pendapat yang berujung pelaporan di ranah hukum. Padahal, yakin deh, semua agama itu pasti mengajarkan kebaikan bagi diri sendiri dan juga sesamanya. Tapi kok penerapannya di Indonesia jadi begini sih